Yu Sablah : “Mo, mana janjimu?”
Kang Darmo : “Mana apanya tho yu ?”
Gendhis : “Lhoh, pripun tho Kang Darmo ini, kemaren katanya Aku dan Yu Sablah disuruh nyoblos pilihan adipati besok. Katanya kalau mau nyoblos calon adipati yang kumisnya lebat nanti ada upahnya. Khan Kang Darmo sendiri yang bilang”
Yu Sablah : “Iya Mo, masa kamu lupa?!”
Kang Darmo : “Sik sik yu, Aku khan sudah bilang, kalau mau nyoblos jagoku nanti, jalan desa kita mau diperbaiki, biar tidak becek lagi. Masa Aku kemarin janjiin upah?”
Gendhis : “Halah, Kang Darmo ini katanya tim sukses. Tim sukses kok pikun! Kang, kita ini orang kecil, orang susah. Kita sudah tidak peduli lagi dengan jalan bagus atau becek. Kalau becek ya nanti mlipir lewat pinggir. Nhah, beda kalau kita diberi upah buat berangkat nyoblos besok. Diberi lima ribu saja, kita berangkat”
Yu Sablah : “Iya Mo, kita ini diberi berapa gitu lho! Pasti berangkat. Hitung-hitung upahnya jalan kaki ke pendopo besok”
Kang Dharmo : “Waduh yu yu, lha Aku sendiri juga tidak diberi jatah buat dibagi-bagi ke orang-orang lho!”
Gendhis : “Tapi Kang Darmo khan diberi jatah pribadi?! Ya itu saja yang dibagi ke kita. Pokoknya ya Kang, kalau tidak upahnya, kita tidak akan berangkat nyoblos besok”
Yu Sablah : “Iya, kita-kita cuma jadi pesuruh, kamu yang enak sendiri. Kalau seperti itu, mending tidak usah ada coblosan saja. Besok di pendopo, milihnya dikopyok saja seperti arisan”
Darmo : “Lho lho, bentar tho yu”
…….
DIarsipkan di bawah: Celoping: Celoteh Pinggiran



hahahahahahahahaha..
parodi politik Indonesia, dari bawah hingga atas,
gak ada matinya..
:p