Inilah pertandingan semifinal yang dijamin akan menguras emosi. Pertandingan antara Jerman dan Turki dalam fase semifinal Euro 2008 diramalkan akan berjalan super a lot mengingat keduanya memiliki karakter yang sama-sama tak kenal menyerah. Jerman yang selama ini dikenal jago turnamen dengan ciri permainannya yang tak mudah menyerah akan berhadapan dengan tim Turki yang telah melewati jatuh bangun fase kualifikasi dengan heroik. Bagaimana tidak, ketika pada partai pertama dijungkalkan oleh Portugal dengan skor 2-0, mereka bisa melaju ke babak knock out dengan mengalahkan Ceko dan Swiss. Ingat, kedua pertandingan terakhir mereka menangkan dengan posisi tertinggal terlebih dahulu. Pada fase knock out, keajaiban Turki ditunjukkan dengan mengalahkan Kroasia dalam drama adu penalti. Lagi-lagi mereka menunjukkan hal yang hampir mustahilyaitu dengan menyamakan kedudukan pada menit terakhir sebelum akhirnya memenangkan adu tos-tosan. Pelatih Kroasia, Slaven Bilic, mengatakan hampir tidak percaya timnya bisa kalah dengan cara seperti itu. Sedangkan Fatih Terim, pelatih kharismatikTurki menyebutkan bahwa filosofi permainan Turki adalah “tidak ada kata menyerah dan terus bersemangat”.
Calon lawan Turki, yaitu Jerman, selama ini dikenal dengan permainan sistematis yang mengandalkan kesolidan. Hal itu sudah mereka tunjukkan kala menundukkan Portugal yang sebenarnya lebih diunggulkan diperempat final. Pada pertandingan tersebut Jerman menampilkan olah strategi bermutu dengan mengandalkan kerjasama antar lini yang demikian padu. Mereka seolah-olah menunjukkan bukti bahwa mereka masih favorit setelah sejak dikalahkan Kroasia di fase kualifikasi lalu banyak orang meragukan prestasi Jerman di Euro kali ini. Kembalinya Schweini yang menjadi Man of The Mastch di perempat final adalah suntikan semangat baru. Belum lagi kembalinya Joachim Leow setelah pada pertandingan terakhir tidak bisa mendampingi anak asuhnya di pinggir lapangan karena hukuman.
Bila melihat rekam jejaknya, Turki memang masih kalah dibandingkan Jerman. Namun seiring konsistennya permainan Turki akhir-akhir ini dan faktor Nihat Kahveci, tampaknya mereka harus dipandang sebagai kekuatan baru Eropa. Tampaknya pertandingan nanti akan berakhir imbang pada 90 menit. Sisanya, kita tinggal menunggu siapa yang paling pantang menyerah. (emprit kaji)
DIarsipkan di bawah: Olahraga


