Penulis Menulis
(Oleh Emprit Kaji)
“Aku ingin menulis cerita-cerita hebat,
yang bila dibukukan akan berkertas indah dan bersampul kulit, Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Sastra | 4 Komentar »
Penulis Menulis
(Oleh Emprit Kaji)
“Aku ingin menulis cerita-cerita hebat,
yang bila dibukukan akan berkertas indah dan bersampul kulit, Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Sastra | 4 Komentar »
Taji bagaikan puncak yang dikelilingi air terjun. Beberapa air terjun besar dan kecil bahkan dapat dilihat dari jalan-jalan setapak. Penduduk setempat menyebutnya coban yang dalam bahasa Jawa berarti air terjun.Di antara perdu-perdu yang diam, coban-coban kecil yang bergemericik seakan-akan Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Travella | 1 Komentar »
Mentari di ufuk timur terasa begitu dingin karena tak mengubah apapun. Kabut yang singgah kemarin sore sebagai embun begitu malas untuk diusirnya. Di sini dingin sulit dihela. Hingga jagung bakar Bu Parlin yang gosong jadi penghangat sementara. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Travella | Leave a Comment »
Sewaktu kecil, di sekeliling rumahku yang berdampingan dengan sawah, selalu tampak sekawanan Emprit Kaji setiap hari. Mereka adalah sekawanan burung pipit yang biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa sama sekali. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Memorabilia | Leave a Comment »
Ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 3, aku dan kawan-kawanku mendapat tugas yang setelah sekarang ini kufikirkan adalah tugas yang sangat luar biasa aneh, tapi menyenangkan. Hari itu kami semua diwajibkan memakai baju olahraga. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Memorabilia | Leave a Comment »